Sinergi Membangun Ponsel Lokal

Ponsel lokal masih dipandang setengah mata dalam kompetisi di pasar ponsel nasional. Inovasi, model bisnis dan branding menjadi tiga aspek yang masih membuat ponsel lokal ketinggalan dari para pemain global. Satu-satunya cara bagi para produsen ponsel lokal untuk mengejar ketertinggalan adalah membangun minimal salah satu dari ketiga aspek diatas secara serius.

Diantara ketiganya, memperbaiki model bisnis menjadi strategi yang menurut saya paling ‘memungkinkan’ untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Artikel ini akan membahas kemana arah perbaikan model bisnis tersebut harus dituju?

Sinergi Lokal

Satu hal yang dimiliki oleh ponsel lokal adalah peluang untuk melakukan sinergi dengan sesama perusahaan lokal. Misalnya, kita melihat beberapa kali operator seluler menjual product bundling dengan produsen ponsel lokal. Sinergi semacam ini merupakan hal positif yang harus terus dilakukan dan dikembangkan.

Hanya saja yang perlu ditingkatkan adalah kemampuan pemain lokal untuk meramu model bisnis yang kuat. Selama ini sinergi yang dilakukan hanya bertujuan jangka pendek, untuk mendorong penjualan. Belum ada satu pun contoh sukses dimana model bisnis dari sinergi tersebut bersifat jangka panjang dan mampu merepotkan merek asing.

Baru-baru ini, ada satu contoh sinergi yang mungkin saja bisa mengelevasi ponsel lokal, yaitu konsorsium proyek BB Merah Putih. Proyek ini adalah sinergi antara BlackBerry bersama Telkom dan PT. Tiphone Mobile Indonesia Tbk. BB Merah Putih memegang lisensi software dan layanan BlackBerry untuk dibuat, dipromosikan dan didistribusikan berupa perangkat bermerek Blackberry dengan ekosistem berbasis perangkat lunak Android BlackBerry.

PT. Tiphone Mobile Indonesia Tbk, sebagai produsen ponsel lokal akan mengembangkan ponsel pintar berbasis Android BlackBerry tersebut di Indonesia. Ini adalah model bisnis baru yang memanfaatkan masih tingginya loyalitas pengguna Blackberry di Indonesia. Sinergi ini bisa saja menjadi game changer di pasar ponsel nasional jika dilakukan dengan dengan semangat sinergitas yang kuat.

Blackberry, di masa kejayaannya, memiliki beberapa kelebihan dibandingkan sistem operasi Android dan iOS. Salah satunya adalah soal ‘keamanan’. BB Merah Putih harus bisa mentransmisi keunggulan ‘keamanan’ Blackberry ini dalam bentuk sinergi antara Telkom (dan mungkin dikembangkan ke BUMN lain seperti LEN) dengan Tiphone.

Ponsel yang nanti mereka hasilkan haruslah mengusung konsep ‘aman’ ini sebagai positioning-nya. Secara spesifik konsep ini dapat diejawantahkan dalam bentuk: (1) ponsel yang aman dari virus; (2) aman dari pencurian data; (3) memiliki fitur privasi yang tinggi; dan (4) bila memungkinkan aman dari penyadapan.

Diferensiasi tersebut sudah cukup untuk membuat ponsel ini nantinya dapat bersaing dengan ponsel merek global.

Sinergi Pemasaran dan Distribusi

Selain bisa memperkuat dari sisi produk, sinergi lokal bisa dikembangkan untuk memperkuat sisi pemasaran dan distribusi.

Masih menggunakan contoh proyek BB Merah Putih, kita bisa melakukan simulasi tentang bagaimana seharusnya sinergi pemasaran dan distribusi bisa dilakukan oleh para pemain lokal.

Pabrik PT. Tiphone Mobile Indonesia Tbk, berlokasi di Delta Silikon Cikarang, di atas lahan seluas 7000 meter persegi. Pabrik tersebut akan memiliki kapasitas enam lini produksi dengan output 300.000 unit ponsel per-bulan. Kapasitas produksi yang cukup besar ini perlu disalurkan dengan sinergi pemasaran dan distribusi yang kuat.
Sinergi pemasaran dan distribusi bisa diarahkan ke dua aspek utama: ‘local content’ dan ‘local ecosystem’. Berikut ini adalah penjabaran dari masing-masing aspek tersebut:

Local Content

Afiliasi dengan Telkom memberikan BB Merah Putih akses kepada pasar yang sangat besar. Jika bisa ditambah dengan sinergi perusahaan lokal lainnya, maka BB Merah Putih akan bisa menjadi yang terdepan dalam memenuhi syarat tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang diberikan oleh pemerintah untuk ponsel 4G. Local content ini tidak hanya berupa hardware namun juga software.

BB Merah Putih sudah menjalankan kombinasi yang benar dalam hal ini. Yang perlu diperkuat adalah memberikan nilai tambah dari sisi software dengan bersinergi dengan sebanyak mungkin content provider dan developer lokal. Bentuk sinerginya harus bisa mengoptimalkan unsur kelokalan dari content tersebut. Misalnya, jika di Appstore dan Google Play belum ada insentif bagi aplikasi lokal, maka BB Merah Putih harus bisa membuat marketplace yang memberi insentif bagi aplikasi lokal.

Insentif yang diberikan dapat berupa: (1) bagi hasil yang lebih menguntungkan: (2) tarif mobile ads yang lebih murah bagi aplikasi yang ingin berpromosi di marketplace tersebut; (3) bantuan teknis untuk meningkatkan kualitas aplikasi lokal.

Lewat tiga pendekatan tersebut, sinergi untuk memperkuat local content ini seharusnya bisa diwujudkan.

Local ecosystem

Lisensi memberikan senjata persaingan bagi BB Merah Putih dalam menembus dominasi ponsel asing. Secara ekosistem, sudah banyak usaha yang dilakukan oleh Blackberry untuk beradaptasi dengan perilaku pengguna ponsel Indonesia. Misalnya BlackBerry Messenger (BBM) yang menambahkan fitur seperti BBM Channel karena insights yang didapatkan dari pengguna BBM di Indonesia. Blackberry menambah fitur tersebut setelah mengetahui kebiasaan orang Indonesia yang melakukan kegiatan jual-beli barang dengan memanfaatkan BBM.

Lokalitas Blackberry ini kemudian bisa dikombinasikan dengan ekosistem Android yang lebih dinamis. Android menjadi sistem operasi paling popular di Indonesia saat ini, salah satunya disebabkan harga ponsel berbasis Android yang lebih terjangkau. Kombinasi Android Blackberry ini perlu ditarik untuk memberikan solusi yang khas Indonesia.

Misalnya, memberikan akses data gratis setiap kali pengguna ponsel lokal membuka aplikasi lokal yang popular seperti Go-jek, Traveloka, Bukalapak, Tokopedia, Mobile Banking, dan sebagainya. Ini akan memperkuat stickiness ekosistem Android Blackberry yang ditawarkan oleh BB Merah Putih kepada konsumen lokal.

Satu lagi yang bisa dikembangkan adalah menjadikan ponsel lokal sebagai bagian dari ekosistem smart nation, yaitu integrasi berbagai solusi bagi sektor publik dan masyarakat. Smart nation terdiri dari lima pilar: transportasi, pendidikan, kesehatan, layanan publik dan inklusi keuangan. Ponsel lokal bisa menjadi lini terdepan dalam ekosistem smart nation ini dengan cara menjadi integrator bagi semua aplikasi dan solusi yang dimiliki oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Sebagai kesimpulan, sinergi yang dilakukan untuk membangun ponsel lokal harus selalu mengusung semangat kebersamaan. Tanpa kebersamaan, ponsel lokal akan selalu sulit untuk bersaing dengan ponsel merek global.

By Harryadin Mahardika
Original article was published in Majalah Marketing, October 2016 edition.

Rating: 5.0. From 1 vote.
Please wait...
Harryadin MahardikaSinergi Membangun Ponsel Lokal

Leave a Reply